1x24 Jam Harap Lapor, Ngebut Benjol!
Dari ide bahasan tersebut pernahkah kita mencoba untuk mengontrol diri
kita selama 24 jam penuh?. Perlukah kita menjaga diri kita sepenuhnya?,
bisakah kita kehilangan kontrol?. Saya teringat seorang komandan tentara
Jerman dalam sebuah pesta bertanya kepada Mr. Schindler dalam film
schindler’s list, “mengapa kamu tidak pernah minum sampai mabuk ?”, lalu
Mr. Schindler menjawab “control is power”.
Dalam Alquran surah
Albaqarah ayat 208, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke
dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah
syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.
Karena
itu perlulah kita menjaga diri kita dari musuh yang senantiasa
mengganggu kita selama 24 jam non setop. Setiap detiknya dikarenakan
mengalir dalam darah, Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya
setan mengalir dalam diri manusia pada tempat mengalirnya darah.” (HR
Bukhari dan Muslim).
Melawan musuh yang terlihat saja sudah
sulit apalagi kita melawan musuh yang tidak nampak. Dinyatakan dalam
Alquran, ”Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan
suatu tempat yang kamu tidak bias melihat mereka. Sesungguhnya Kami
telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang
yang tidak beriman”. (Qs. Al-A’rãf ayat 27).
Seperti peribahasa
“musuh dalam selimut”, sangatlah sulit. Apalagi ini musuh yang mengalir
dalam darah dan senantiasa membisikkan kejahatan. “Yang membisikkan
(kejahatan) kedalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia” (QS.
An Naas, 114 : 5-6).
Oleh karena itu mari bersegera “lapor”
memohon perlindungan kepada Allah SWT. Dalam sehari Allah SWT membuat
mekanisme laporan secara “unlimited” tanpa batas, bahkan tidak “melapor”
pun dikarenakan kasih sayangnya seringkali Allah tetap menjaganya.
Pertama; Shalat dalam sehari 5 kali, 17 raka’at. Sebagaimana ayat;
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan ) keji dan
mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain).” (QS. Al ‘Ankabut, 29 :
45). Dengan mekanisme shalat Insya Allah inilah setidaknya waktu-waktu
untuk bermuhasabah atau mengevaluasi apa yang telah kita lakukan
dalammenjaga atau mengontrol amal perbuatan pada hari tersebut.
Kedua;
perbanyak dzikir. Dzikir yang terambil dari kata Dzakaro dalam arti
menghadirkan, dan dzikrullah dengan pemahaman selalu menghadirkan Allah;
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama)
Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al Ahzab, 33 : 41). Dengan
sistem dzikir pengawasan terhadap dirisendiri yang direfleksikan dengan
mengingat Allah menjadi sangat efektif dikarenakan berupaya terus
mengingat Allah dalam setiap kesempatan.Ketiga; konsep ihsan. "Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan
bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu". (HR. Bukhari).
Dengan ihsan Insya Allah apapun yang akan kita lakukan selalu sadar
bahwa Allah mengetahui seluruh niat, amal perbuatan yang Nampak dan
tersembunyi. “Seseorang tidak mungkin mencuri atau melakukan kejahatan,
sedangkan ia beriman kepada Allah dalam arti menyadari kehadiran dan
pengawasan-Nya”. (HR. Muslim)
Kembali kepada tema “1 x 24 jam
harap lapor, ngebut benjol!” Agar keamanan dalam kehidupan kita
sehari-hari stabil, terkontrol alias aman terkendali. Kita mestilah
dalam sehari merasa kurang jika hanya 1 kali melapor.
Karena itu
mari kita melapor kepada Allah lebih dari hanya 5 kali 1 hari, lebih
dari 17 raka’at per hari, tetapi terus berdzikir mengingat Allah dalam
setiap detiknya, dari setiap detak jantung kita, agar termasuk menjadi
orang-orang yang ikhsan, agar fastabiqulkhairat, berlomba “ngebut” dalam
kebaikan tetapi tetap waspada, terjaga, dan Insya Allah hindari
“benjol”. Aamiin.
Tidaklah lebih baik dari yang berbicara ataupun
yang mendengarkan, karena yang lebih baik di sisi Allah adalah yang
mengamalkannya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar